Saat mendengar berita tentang perilaku naif (buruk) seorang teman
atau tetangga, rasanya kok mudah melekat di ingatan. Dengan bahan berita ini
orang memanfaatkannya untuk beragam tujuan. Ada yang memanfaatkan untuk
memuaskan nafsu ghibah-nya, atau menggunjingnya. Ada yang beristighfar,
tak ingin mendengar berita seperti ini dan berusaha memendamnya dalam-dalam
jangan sampai diketahui oleh orang lain. Ada pula yang menindaklanjuti dengan
cara membantu memecahkan masalahnya. Jika tidak bisa membantu, mereka mendo’akan
agar Allah segera menutupi aibnya. Tentu kita bisa menilai sikap mana yang
terbaik.
