Apakah kita terkejut tatkala dihadapkan pada permintaan Allah Subhanahu
wa ta'ala, "Terangkanlah kepada-Ku tentang air yang kamu
minum!"? Permintaan tersebut termaktub dalam Al Qur'an surat Al
Waaqi'ah [56] ayat 68. Maka timbul pertanyaan dalam hati, mengapa Allah meminta
penjelasan perihal ini? Apa yang diinginkan Allah dari jawaban kita? Bukan
berarti Allah tidak mengetahui perihal air, karena Dia yang menciptakannya,
pastilah Dia mengetahui sangat detil tentang barang buatan-Nya itu.
Kita perlu bertanya pada diri sendiri, "Apa yang kita ketahui
tentang sesuatu yang setiap saat kita akrabi?" Ternyata kita tidak tahu
banyak tentangnya. Kendati air adalah sesuatu yang paling kita perlukan setelah
udara, namun kita tidak mengenalinya dengan baik. Mungkin karena kita
menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa saja, tidak istimewa.
Boleh jadi kita lebih menganggap istimewa benda-benda lain yang
membuat kita silau, padahal ia bukanlah sesuatu yang fundamental yang mendukung
kehidupan kita. Barangkali kita lebih mengenali dan menganggap penting
perhiasan dan kendaraan, padahal mereka hanyalah kebutuhan sekunder. Mungkin
kita berusaha mengenali lebih cermat tahta, harta dan pasangan, padahal mereka
tak bernilai lebih tinggi ketimbang air.
Lalu, mengapa kita tidak berusaha mengenali air yang setiap saat
kita minum dengan lebih baik? Maka, ketika Allah menanyakan sejauh mana
pengetahuan kita tentangnya, kita gelagapan untuk menjawabnya. Atau, mungkinkah
ada di antara kita yang tetap menganggap tidak penting merespon permintaan ini?
Sungguh memalukan, bukan?
Ngudi Tjahjono (Malang, 1 Januari 2018)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar