Senin, 01 Januari 2018

Apa Hubungan Air dan Rasa Malu?


Apakah kita terkejut tatkala dihadapkan pada permintaan Allah Subhanahu wa ta'ala, "Terangkanlah kepada-Ku tentang air yang kamu minum!"? Permintaan tersebut termaktub dalam Al Qur'an surat Al Waaqi'ah [56] ayat 68. Maka timbul pertanyaan dalam hati, mengapa Allah meminta penjelasan perihal ini? Apa yang diinginkan Allah dari jawaban kita? Bukan berarti Allah tidak mengetahui perihal air, karena Dia yang menciptakannya, pastilah Dia mengetahui sangat detil tentang barang buatan-Nya itu.

Kita perlu bertanya pada diri sendiri, "Apa yang kita ketahui tentang sesuatu yang setiap saat kita akrabi?" Ternyata kita tidak tahu banyak tentangnya. Kendati air adalah sesuatu yang paling kita perlukan setelah udara, namun kita tidak mengenalinya dengan baik. Mungkin karena kita menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa saja, tidak istimewa.

Boleh jadi kita lebih menganggap istimewa benda-benda lain yang membuat kita silau, padahal ia bukanlah sesuatu yang fundamental yang mendukung kehidupan kita. Barangkali kita lebih mengenali dan menganggap penting perhiasan dan kendaraan, padahal mereka hanyalah kebutuhan sekunder. Mungkin kita berusaha mengenali lebih cermat tahta, harta dan pasangan, padahal mereka tak bernilai lebih tinggi ketimbang air.

Lalu, mengapa kita tidak berusaha mengenali air yang setiap saat kita minum dengan lebih baik? Maka, ketika Allah menanyakan sejauh mana pengetahuan kita tentangnya, kita gelagapan untuk menjawabnya. Atau, mungkinkah ada di antara kita yang tetap menganggap tidak penting merespon permintaan ini?

Sungguh memalukan, bukan?

Ngudi Tjahjono (Malang, 1 Januari 2018)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar