Tampilkan postingan dengan label psikologis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label psikologis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 September 2016

Belajar Menghayati Takdir

Ketika anak saya minta diantar mengonsultasikan tesisnya ke dosen pembimbingnya, saya menyanggupinya. Jadwal yang ditetapkan adalah pukul 13.15 bbwi. Setelah siap berangkat beberapa menit kemudian, ternyata ban belakang motor saya bocor halus. Entah apa yang menyebabkannya?

Pada kondisi seperti itu anak saya dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama tidak bisa memenuhi jadwal secara tepat waktu. Jika memilih naik angkot, tidaklah mungkin bisa mengejar ketertinggalan. Sedangkan jika menunggu ban ditambal, juga pasti terlambat.

Kamis, 04 Agustus 2016

Mereguk Kebahagiaan dengan Membangkitkan Rasa Syukur

Ilustrasi: Bahagia
Membangkitkan (membangunkan) orang yang terjatuh dari motor itu mudah, karena orangnya jelas, kita mengetahui posisi jatuhnya, tingkat keparahannya, kesadarannya, dan semangatnya untuk bangkit. Demikian juga membangkitkan orang dari tidurnya, membangkitkan (menegakkan) pohon hias yang tumbang di pinggir jalan, dan lain-lain.

Tetapi, contoh di atas adalah membangkitkan mereka secara fisik. Bagaimana jika yang perlu dibangkitkan itu berkenaan dengan kondisi psikologis (kejiwaan)? Tentu dalam hal ini tidaklah semudah dalam kasus fisik.