Tampilkan postingan dengan label syukur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syukur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Agustus 2022

Senang dan Bahagia

Seringkali kita menggunakan istilah "senang" dan "bahagia" untuk satu hal yang sama. Padahal keduanya berbeda.

Istilah "senang" di KBBI memiliki makna: puas dan lega, tanpa rasa susah dan kecewa, dan sebagainya. Sedangkan "kebahagiaan" adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan kesenangan, ketenteraman hidup secara lahir dan batin yang maknanya adalah untuk meningkatkan visi diri.

Menurut Wikipedia, kebahagiaan atau kegembiraan adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kecukupan hingga kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan yang intens. Berbagai pendekatan filsafat, agama, psikologi, dan biologi telah dilakukan untuk mendefinisikan kebahagiaan dan menentukan sumbernya.

Senin, 07 Oktober 2019

Bersyukur Itu Perlu Latihan


Bersyukur itu ternyata tidak mudah. Cobalah untuk mengevaluasi diri kita masing-masing! Dalam sehari berapa kali kita bersyukur dengan sadar atau menyengaja untuk bersyukur? Atau, apakah kita menyadari waktu demi waktu yang ada pada diri kita adalah suatu kenikmatan?

Apakah kita pernah merenung seberapa pentingkah sebuah jari jempol kita? Boleh jadi tidak pernah terbersit sedikit pun dalam benak kita. Kita menganggap keberadaan jari jempol itu adalah memang suatu keharusan ada di situ. Coba pandangi dia dengan seksama dan renungkan apa peran dia selama ini? Biasa-biasa saja seperti jari-jari yang lain, bukan?

Kamis, 04 Agustus 2016

Mereguk Kebahagiaan dengan Membangkitkan Rasa Syukur

Ilustrasi: Bahagia
Membangkitkan (membangunkan) orang yang terjatuh dari motor itu mudah, karena orangnya jelas, kita mengetahui posisi jatuhnya, tingkat keparahannya, kesadarannya, dan semangatnya untuk bangkit. Demikian juga membangkitkan orang dari tidurnya, membangkitkan (menegakkan) pohon hias yang tumbang di pinggir jalan, dan lain-lain.

Tetapi, contoh di atas adalah membangkitkan mereka secara fisik. Bagaimana jika yang perlu dibangkitkan itu berkenaan dengan kondisi psikologis (kejiwaan)? Tentu dalam hal ini tidaklah semudah dalam kasus fisik.

Senin, 01 Agustus 2016

Tidak Ada Alasan untuk Tidak Bersyukur

Berbahagia dengan bersyukur
Benarkah tidak ada alasan untuk tidak bersyukur? Mungkin pertanyaan ini menuntun kita untuk berpikir menelusuri waktu demi waktu dan langkah demi langkah kehidupan yang sudah kita lalui, untuk mencari jawaban atas pertanyaan itu. Di masyarakat banyak ditemui orang yang selalu mengeluh atas kehidupannya. Dari keluhan itu nampak adanya penderitaan dalam hidupnya. Uniknya lagi, hal itu terjadi bukan pada orang yang tergolong miskin saja, melainkan banyak juga pada orang-orang kaya.

Banyak orang kaya yang hidupnya resah, depresi, bahkan tidak bisa menikmati kekayaannya. Tidak jarang di antara mereka yang berusaha lari dari kehidupannya dengan cara mengakrabi minuman keras, dugem, pergaulan bebas dan narkoba. Dikiranya di sana akan ditemui kebahagiaan, ternyata faktanya tidaklah demikian. Banyak juga yang menghabiskan usianya di penjara karena perilakunya yang buruk, bahkan banyak juga yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.