Senin, 07 Oktober 2019

Bersyukur Itu Perlu Latihan


Bersyukur itu ternyata tidak mudah. Cobalah untuk mengevaluasi diri kita masing-masing! Dalam sehari berapa kali kita bersyukur dengan sadar atau menyengaja untuk bersyukur? Atau, apakah kita menyadari waktu demi waktu yang ada pada diri kita adalah suatu kenikmatan?

Apakah kita pernah merenung seberapa pentingkah sebuah jari jempol kita? Boleh jadi tidak pernah terbersit sedikit pun dalam benak kita. Kita menganggap keberadaan jari jempol itu adalah memang suatu keharusan ada di situ. Coba pandangi dia dengan seksama dan renungkan apa peran dia selama ini? Biasa-biasa saja seperti jari-jari yang lain, bukan?

Rabu, 17 Januari 2018

Bagaimana Menyikapi Berita Buruk?

Saat mendengar berita tentang perilaku naif (buruk) seorang teman atau tetangga, rasanya kok mudah melekat di ingatan. Dengan bahan berita ini orang memanfaatkannya untuk beragam tujuan. Ada yang memanfaatkan untuk memuaskan nafsu ghibah-nya, atau menggunjingnya. Ada yang beristighfar, tak ingin mendengar berita seperti ini dan berusaha memendamnya dalam-dalam jangan sampai diketahui oleh orang lain. Ada pula yang menindaklanjuti dengan cara membantu memecahkan masalahnya. Jika tidak bisa membantu, mereka mendo’akan agar Allah segera menutupi aibnya. Tentu kita bisa menilai sikap mana yang terbaik.

Selasa, 16 Januari 2018

Keterbukaan Komunikasi dalam Keluarga

Ada dialog menarik antara seorang ayah dan puterinya yang baru memasuki jenjang SMA. Cuplikan dialog cerdas itu penting untuk kita simak.

Ketika si ayah becerita tentang seorang temannya yang bisa mengobati segala macam penyakit dengan cara non medis, beliau menampakkan rasa kekagumannya. Hal ini memancing isterinya untuk berkomentar, "Itu namanya kerjasama dengan jin Yah! Kita dilarang minta tolong kepada jin." Si ayah tidak mau kalah, "Yang penting dia tetap muslim, kan?" Puterinya pun ikut nimbrung dalam dialog itu, "Ayah, manusia dan jin itu kewajibannya hanya beribadah (mengabdi) kepada Allah."

Minggu, 07 Januari 2018

Apakah Kita Tidak Merasa Tersesat?

Aktivitas manusia pada umumnya dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Walaupun ada juga orang yang dianggap tidak memiliki tujuan dalam hidupnya, tetapi pada dasarnya mereka tetap menuju suatu tujuan tertentu. Mungkin tujuannya samar atau tidak disadarinya. Setidaknya boleh disebut, bahwa tujuannya adalah ketidakjelasan itu sendiri atau mengalir bagaikan air.

Secara kesadaran, tujuan yang hendak dicapai oleh manusia ada yang terukur dan ada yang tidak terukur. Tujuan yang terukur adalah tujuan yang jelas sasaran, target, waktu, prosedur dan sumberdaya yang diperlukan. Sedangkan tujuan yang tidak terukur adalah tujuan yang tidak jelas salah satu atau seluruhnya dari sasaran, target, prosedur dan sumberdaya yang diperlukan, dan waktunya.

Logika Atheisme

Orang-orang atheis mengaku tidak memercayai adanya Tuhan. Bagi mereka Tuhan itu tidak ada. Bagaimana jika mereka bertemu Anda dan menanyakan hal yang sama kepada Anda? Bisakah Anda menjawabnya?

Ketika seseorang membuat pernyataan, pastilah ia menggunakan terminologi-terminologi dalam bahasa yang digunakannya. Sebuah kalimat tersusun atas beberapa kata sehingga memiliki arti tertentu. Saat memilih kata-kata yang digunakan untuk membuat sebuah kalimat, maka pastilah ia mengerti arti dari masing-masing kata itu. Setiap kata memiliki definisi sehingga kita mengerti apa maknanya.