Apakah kita terkejut tatkala dihadapkan pada permintaan Allah Subhanahu
wa ta'ala, "Terangkanlah kepada-Ku tentang air yang kamu
minum!"? Permintaan tersebut termaktub dalam Al Qur'an surat Al
Waaqi'ah [56] ayat 68. Maka timbul pertanyaan dalam hati, mengapa Allah meminta
penjelasan perihal ini? Apa yang diinginkan Allah dari jawaban kita? Bukan
berarti Allah tidak mengetahui perihal air, karena Dia yang menciptakannya,
pastilah Dia mengetahui sangat detil tentang barang buatan-Nya itu.
Senin, 01 Januari 2018
Siapakah Diri Anda?
Ketika kita ditanya, "Siapakah diri Anda?", tentu kita
tidak akan mampu menjawabnya. Boleh jadi kita akan menjawabnya sesuai
terminologi kedokteran dan psikologi yang kita pahami. Sedangkan aspek ruh,
jiwa, hati dan perasaan tidak mampu kita menjangkaunya.
Apakah karena kita tidak mengenali diri sendiri sehingga kita
tidak memperlakukan diri kita dengan semestinya? Apakah karena itu kita tidak
mengetahui kelebihan dan kelemahan diri? Atau, apakah karena itu kita rela
menempatkan diri lebih rendah dari sesama makhluk?
Selasa, 06 September 2016
Belajar Menghayati Takdir
![]() |
Ketika anak saya minta diantar mengonsultasikan tesisnya ke dosen
pembimbingnya, saya menyanggupinya. Jadwal yang ditetapkan adalah pukul 13.15
bbwi. Setelah siap berangkat beberapa menit kemudian, ternyata ban belakang
motor saya bocor halus. Entah apa yang menyebabkannya?
Pada kondisi seperti itu anak saya dihadapkan pada dua pilihan
yang sama-sama tidak bisa memenuhi jadwal secara tepat waktu. Jika memilih naik
angkot, tidaklah mungkin bisa mengejar ketertinggalan. Sedangkan jika menunggu
ban ditambal, juga pasti terlambat.
Kamis, 04 Agustus 2016
Mereguk Kebahagiaan dengan Membangkitkan Rasa Syukur
![]() |
| Ilustrasi: Bahagia |
Membangkitkan (membangunkan) orang yang terjatuh dari motor itu
mudah, karena orangnya jelas, kita mengetahui posisi jatuhnya, tingkat
keparahannya, kesadarannya, dan semangatnya untuk bangkit. Demikian juga
membangkitkan orang dari tidurnya, membangkitkan (menegakkan) pohon hias yang
tumbang di pinggir jalan, dan lain-lain.
Tetapi, contoh di atas adalah membangkitkan mereka secara fisik.
Bagaimana jika yang perlu dibangkitkan itu berkenaan dengan kondisi psikologis
(kejiwaan)? Tentu dalam hal ini tidaklah semudah dalam kasus fisik.
Senin, 01 Agustus 2016
Tidak Ada Alasan untuk Tidak Bersyukur
![]() |
| Berbahagia dengan bersyukur |
Benarkah tidak ada alasan untuk tidak bersyukur? Mungkin pertanyaan
ini menuntun kita untuk berpikir menelusuri waktu demi waktu dan langkah demi
langkah kehidupan yang sudah kita lalui, untuk mencari jawaban atas pertanyaan
itu. Di masyarakat banyak ditemui orang yang selalu mengeluh atas kehidupannya.
Dari keluhan itu nampak adanya penderitaan dalam hidupnya. Uniknya lagi, hal
itu terjadi bukan pada orang yang tergolong miskin saja, melainkan banyak juga
pada orang-orang kaya.
Banyak orang kaya yang hidupnya resah, depresi, bahkan tidak bisa menikmati kekayaannya. Tidak jarang di antara mereka yang berusaha lari dari kehidupannya dengan cara mengakrabi minuman keras, dugem, pergaulan bebas dan narkoba. Dikiranya di sana akan ditemui kebahagiaan, ternyata faktanya tidaklah demikian. Banyak juga yang menghabiskan usianya di penjara karena perilakunya yang buruk, bahkan banyak juga yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.
Langganan:
Postingan (Atom)




