Rabu, 10 Agustus 2022

Senang dan Bahagia

Seringkali kita menggunakan istilah "senang" dan "bahagia" untuk satu hal yang sama. Padahal keduanya berbeda.

Istilah "senang" di KBBI memiliki makna: puas dan lega, tanpa rasa susah dan kecewa, dan sebagainya. Sedangkan "kebahagiaan" adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan kesenangan, ketenteraman hidup secara lahir dan batin yang maknanya adalah untuk meningkatkan visi diri.

Menurut Wikipedia, kebahagiaan atau kegembiraan adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kecukupan hingga kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan yang intens. Berbagai pendekatan filsafat, agama, psikologi, dan biologi telah dilakukan untuk mendefinisikan kebahagiaan dan menentukan sumbernya.

Jumat, 26 Maret 2021

Allah Pemilik Sebenarnya

Kapan kita boleh mengklaim bahwa kita sebagai pemilik sesuatu, misalnya "Bunga Linet" di dalam sebuah pot?

Tentu akan ada beberapa jawaban, antara lain:

  1. Pada saat kita sudah membelinya dari orang lain.
  2. Pada saat orang memberikannya kepada kita.
  3. Pada saat kita menemukan di sebuah hutan dan membawanya pulang.
  4. Mungkin masih ada jawaban lain.

Ketika orang mengganggu atau merusak bunga tersebut, maka kita akan marah. Ketika orang mencurinya, maka kita lebih marah lagi dan menyesal berkepanjangan. Mengapa demikian? Tidak lain karena kita merasa memiliki.

Selasa, 08 Oktober 2019

Apa Saja yang Kita Ketahui?

Manusia memiliki banyak sekali keunggulan dibandingkan makhluk lain. Perbedaan mendasar bila dibandingkan dengan binatang adalah pada sisi pengetahuannya. Bahkan jika dibandingkan dengan malaikat pun masih lebih unggul manusia. Pengetahuan manusia lebih luas daripada pengetahuan malaikat. Mari kita buka kembali informasi dari Allah di dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 33,

Allah berfirman, "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini!" Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman, "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?"

Senin, 07 Oktober 2019

Bersyukur Itu Perlu Latihan


Bersyukur itu ternyata tidak mudah. Cobalah untuk mengevaluasi diri kita masing-masing! Dalam sehari berapa kali kita bersyukur dengan sadar atau menyengaja untuk bersyukur? Atau, apakah kita menyadari waktu demi waktu yang ada pada diri kita adalah suatu kenikmatan?

Apakah kita pernah merenung seberapa pentingkah sebuah jari jempol kita? Boleh jadi tidak pernah terbersit sedikit pun dalam benak kita. Kita menganggap keberadaan jari jempol itu adalah memang suatu keharusan ada di situ. Coba pandangi dia dengan seksama dan renungkan apa peran dia selama ini? Biasa-biasa saja seperti jari-jari yang lain, bukan?

Rabu, 17 Januari 2018

Bagaimana Menyikapi Berita Buruk?

Saat mendengar berita tentang perilaku naif (buruk) seorang teman atau tetangga, rasanya kok mudah melekat di ingatan. Dengan bahan berita ini orang memanfaatkannya untuk beragam tujuan. Ada yang memanfaatkan untuk memuaskan nafsu ghibah-nya, atau menggunjingnya. Ada yang beristighfar, tak ingin mendengar berita seperti ini dan berusaha memendamnya dalam-dalam jangan sampai diketahui oleh orang lain. Ada pula yang menindaklanjuti dengan cara membantu memecahkan masalahnya. Jika tidak bisa membantu, mereka mendo’akan agar Allah segera menutupi aibnya. Tentu kita bisa menilai sikap mana yang terbaik.

Selasa, 16 Januari 2018

Keterbukaan Komunikasi dalam Keluarga

Ada dialog menarik antara seorang ayah dan puterinya yang baru memasuki jenjang SMA. Cuplikan dialog cerdas itu penting untuk kita simak.

Ketika si ayah becerita tentang seorang temannya yang bisa mengobati segala macam penyakit dengan cara non medis, beliau menampakkan rasa kekagumannya. Hal ini memancing isterinya untuk berkomentar, "Itu namanya kerjasama dengan jin Yah! Kita dilarang minta tolong kepada jin." Si ayah tidak mau kalah, "Yang penting dia tetap muslim, kan?" Puterinya pun ikut nimbrung dalam dialog itu, "Ayah, manusia dan jin itu kewajibannya hanya beribadah (mengabdi) kepada Allah."

Minggu, 07 Januari 2018

Apakah Kita Tidak Merasa Tersesat?

Aktivitas manusia pada umumnya dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Walaupun ada juga orang yang dianggap tidak memiliki tujuan dalam hidupnya, tetapi pada dasarnya mereka tetap menuju suatu tujuan tertentu. Mungkin tujuannya samar atau tidak disadarinya. Setidaknya boleh disebut, bahwa tujuannya adalah ketidakjelasan itu sendiri atau mengalir bagaikan air.

Secara kesadaran, tujuan yang hendak dicapai oleh manusia ada yang terukur dan ada yang tidak terukur. Tujuan yang terukur adalah tujuan yang jelas sasaran, target, waktu, prosedur dan sumberdaya yang diperlukan. Sedangkan tujuan yang tidak terukur adalah tujuan yang tidak jelas salah satu atau seluruhnya dari sasaran, target, prosedur dan sumberdaya yang diperlukan, dan waktunya.

Logika Atheisme

Orang-orang atheis mengaku tidak memercayai adanya Tuhan. Bagi mereka Tuhan itu tidak ada. Bagaimana jika mereka bertemu Anda dan menanyakan hal yang sama kepada Anda? Bisakah Anda menjawabnya?

Ketika seseorang membuat pernyataan, pastilah ia menggunakan terminologi-terminologi dalam bahasa yang digunakannya. Sebuah kalimat tersusun atas beberapa kata sehingga memiliki arti tertentu. Saat memilih kata-kata yang digunakan untuk membuat sebuah kalimat, maka pastilah ia mengerti arti dari masing-masing kata itu. Setiap kata memiliki definisi sehingga kita mengerti apa maknanya.

Hakikat Cinta

Allah, Sang Pencipta, adalah Maha Pecinta dan sumber cinta. Dia menciptakan makhluk, memeliharanya dan memenuhi semua kebutuhannya dengan amat cermat. Dia tidak meminta balasan atas semua yang diberikannya. Itulah wujud cinta yang hakiki, cinta yang tak berbatas.

Semua makhluk pun diberinya rasa cinta, baik yang terbaca maupun tak terbaca, ternyatakan maupun tersembunyi. Tentu cinta makhluk itu terbatas, sebab mereka adalah makhluk yang serba terbatas. Kendati demikian, mereka berusaha mencari hakikat cinta sebenarnya. Karena itulah lahir beribu definisi cinta.

Apa Sebutan untuk Kita?

"Sebutan" adalah merupakan istilah lain dari “panggilan”,”nama”, “penanda” atau "identifier" yang unik bagi sesuatu. Dengan adanya sebutan ini maka kita mudah mengenali sesuatu itu. Jika tidak ada sebutan, maka kita akan kesulitan dalam mengenali apapun yang ada, baik yang nyata maupun yang ghaib (abstrak). Jadi, mau tidak mau kita memerlukan “sebutan” itu.

Sebutan bisa dibuat sendiri oleh yang bersangkutan atau dibuat oleh pihak lain di luar dirinya. Kebanyakan yang membuat sebutan sesuatu adalah pihak lain. Nama kita dibuat oleh orang tua kita. Nama benda-benda yang ada di alam, termasuk benda-benda langit, dibuat oleh manusia. Tuhan pun juga membuat nama-nama ciptaan-Nya sesuai bahasa yang digunakan di dalam kitab suci yang asli.

Analogi dari Takdir

Analogi adalah penjelasan atau penggambaran suatu hal dengan cara memberikan contoh kasus yang mirip dengan hal yang dibicarakan agar orang lebih mudah memahaminya. Hal ini biasanya dilakukan karena tidak mudahnya menjelaskan secara langsung dengan kata-kata.

Misalnya, ketika menjelaskan tentang takdir. Masalah ini adalah masalah yang sangat sulit dipahami. Dalam kasus ini biasanya digunakan analogi sederhana dengan mengambil contoh suatu fakta yang ada di sekitar kita.

Senin, 01 Januari 2018

Apa Hubungan Air dan Rasa Malu?


Apakah kita terkejut tatkala dihadapkan pada permintaan Allah Subhanahu wa ta'ala, "Terangkanlah kepada-Ku tentang air yang kamu minum!"? Permintaan tersebut termaktub dalam Al Qur'an surat Al Waaqi'ah [56] ayat 68. Maka timbul pertanyaan dalam hati, mengapa Allah meminta penjelasan perihal ini? Apa yang diinginkan Allah dari jawaban kita? Bukan berarti Allah tidak mengetahui perihal air, karena Dia yang menciptakannya, pastilah Dia mengetahui sangat detil tentang barang buatan-Nya itu.

Siapakah Diri Anda?


Ketika kita ditanya, "Siapakah diri Anda?", tentu kita tidak akan mampu menjawabnya. Boleh jadi kita akan menjawabnya sesuai terminologi kedokteran dan psikologi yang kita pahami. Sedangkan aspek ruh, jiwa, hati dan perasaan tidak mampu kita menjangkaunya.

Apakah karena kita tidak mengenali diri sendiri sehingga kita tidak memperlakukan diri kita dengan semestinya? Apakah karena itu kita tidak mengetahui kelebihan dan kelemahan diri? Atau, apakah karena itu kita rela menempatkan diri lebih rendah dari sesama makhluk?

Selasa, 06 September 2016

Belajar Menghayati Takdir

Ketika anak saya minta diantar mengonsultasikan tesisnya ke dosen pembimbingnya, saya menyanggupinya. Jadwal yang ditetapkan adalah pukul 13.15 bbwi. Setelah siap berangkat beberapa menit kemudian, ternyata ban belakang motor saya bocor halus. Entah apa yang menyebabkannya?

Pada kondisi seperti itu anak saya dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama tidak bisa memenuhi jadwal secara tepat waktu. Jika memilih naik angkot, tidaklah mungkin bisa mengejar ketertinggalan. Sedangkan jika menunggu ban ditambal, juga pasti terlambat.

Kamis, 04 Agustus 2016

Mereguk Kebahagiaan dengan Membangkitkan Rasa Syukur

Ilustrasi: Bahagia
Membangkitkan (membangunkan) orang yang terjatuh dari motor itu mudah, karena orangnya jelas, kita mengetahui posisi jatuhnya, tingkat keparahannya, kesadarannya, dan semangatnya untuk bangkit. Demikian juga membangkitkan orang dari tidurnya, membangkitkan (menegakkan) pohon hias yang tumbang di pinggir jalan, dan lain-lain.

Tetapi, contoh di atas adalah membangkitkan mereka secara fisik. Bagaimana jika yang perlu dibangkitkan itu berkenaan dengan kondisi psikologis (kejiwaan)? Tentu dalam hal ini tidaklah semudah dalam kasus fisik.

Senin, 01 Agustus 2016

Tidak Ada Alasan untuk Tidak Bersyukur

Berbahagia dengan bersyukur
Benarkah tidak ada alasan untuk tidak bersyukur? Mungkin pertanyaan ini menuntun kita untuk berpikir menelusuri waktu demi waktu dan langkah demi langkah kehidupan yang sudah kita lalui, untuk mencari jawaban atas pertanyaan itu. Di masyarakat banyak ditemui orang yang selalu mengeluh atas kehidupannya. Dari keluhan itu nampak adanya penderitaan dalam hidupnya. Uniknya lagi, hal itu terjadi bukan pada orang yang tergolong miskin saja, melainkan banyak juga pada orang-orang kaya.

Banyak orang kaya yang hidupnya resah, depresi, bahkan tidak bisa menikmati kekayaannya. Tidak jarang di antara mereka yang berusaha lari dari kehidupannya dengan cara mengakrabi minuman keras, dugem, pergaulan bebas dan narkoba. Dikiranya di sana akan ditemui kebahagiaan, ternyata faktanya tidaklah demikian. Banyak juga yang menghabiskan usianya di penjara karena perilakunya yang buruk, bahkan banyak juga yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Rabu, 27 Juli 2016

Foto dan Egoisme

Foto orang shalat di padang pasir
Foto adalah model (gambar) dua dimensi yang didapatkan dari rekaman cahaya yang dipantulkan oleh obyek dua atau tiga dimensi dengan menggunakan kamera foto. Karena foto adalah model dari alam nyata, maka yang ditampilkan olehnya amat mirip dengan obyek yang sebenarnya. Dengan sentuhan teknologi informasi yang semakin canggih, foto tidak lagi sekedar menggambarkan kondisi obyek nyata apa adanya. Ia bisa direkayasa sedemikian rupa sehingga gambar yang didapatkannya bisa berbeda dari seharusnya, mungkin lebih indah, lebih buruk, atau juga bisa berubah sama sekali.

Senin, 25 Juli 2016

Di dalam Kereta Malioboro Ekspres

http://travelbuck.net/
Di kereta malam Malioboro Ekspres dari Jogja menuju kota Malang. Kurenungkan, bahwa kehadiranku di dalamnya bukanlah kebetulan, melainkan ditakdirkan oleh-Nya.

Kereta ini terwujud dengan melibatkan begitu banyak sumberdaya alam dan manusia, tak terhitung bilangan, tempat dan waktu. Semuanya digerakkan oleh Allah dengan perhitungan maha cermat dan teliti. Subhanallah, semua itu telah dipersiapkan untukku saat ini dan untuk yang lain.

Sabtu, 23 Juli 2016

Meraih Kemuliaan Diri Insani

Gambar: http://bersamadakwah.net/
Seorang pimpinan organisasi memiliki fungsi kepemimpinan seperti, merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan mengendalikan organisasinya. Jika pimpinan tersebut tidak bisa menjalankan fungsinya, maka ia tidak pantas menduduki posisi tersebut. Ia lebih pas berada pada posisi anak buah saja. Setiap orang memang mempunyai peluang yang sama untuk menduduki posisi pimpinan, tetapi ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Pada kasus ini, kecakapan dalam memimpin adalah merupakan syarat penting bagi seorang pemimpin. Maka, hanya orang-orang yang memenuhi syarat saja yang layak menjadi pemimpin.

Keunikan Eksistensi Diri Setiap Makhluk

Sumber: https://www.google.co.id/imgres
Semua orang memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Tingkat kelemahan dan kelebihan itu tidaklah sama, melainkan sangat beragam sesuai kadar masing-masing. Segala sesuatu memiliki kadar (ukuran) yang tidak sama. “Sungguh Kami menciptakan segala sesuatu menurut qadar (ukuran).” (QS. Al Qamar [54]: 49). Dalam lingkup mikro, kita memahami, bahwa semua benda tersusun atas unsur-unsur kimia.

Kita juga mengetahui bahwa jenis-jenis unsur kimia itu sebagaimana yang terdapat pada Daftar Periodik Unsur Kimia. Paduan jenis dan kadarnya akan menentukan seperti apa benda yang terbentuk. Air memiliki unsur kimia dua atom hidrogen dan satu atom oksigen (H2O).